Awas ! Sering Pakai Headphone Nirkabel Picu Kanker

Awas ! Sering Pakai Headphone Nirkabel Picu Kanker (rutinitas hidup)… Benarkah kabar demikian ? Bagaimana menghentikannya ?

Mungkin kedengarannya kebiasaan menyetel musik atau asyik menikmati audio di headphone nirkabel terbilang sepele, namun siapa sangka ternyata piranti pendukung suara yang dipasang ke komputer ini bisa membawa petaka di kemudian hari lho.

Asal tahu saja, “Meletakkan headphone nirkabel diantara saluran telinga memperlihatkan hubungan jaringan di kepala atas ke tingkat radiasi frekuensi radio relatif tinggi” singgung profesor biokimia bernama Jerry Philips, Ph.D Universitas Colorado.

Jenis headphone bluetooth diketahui memancarkan radiasi yang cenderung mempengaruhi keseimbangan tubuh. Oleh karenanya rasa kepedulian menyikapi hal ini lantas ditunjukkan sekitar 40 negara lebih menandatangani petisi tentang efek berbahaya headphone nirkabel jangka panjang.

Paparan radiasi diperkirakan memang tidak sepenuhnya mampu dihindari seseorang, tapi paling tidak perlu dibatasi sebelum berakhir penyesalan. Tubuh yang lemah daya kekebalannya berpeluang terkena penyakit ringan bahkan setara kanker yang notabene benar-benar ditakuti.

Kanker selalu membayang-bayangi kondisi tubuh pasien setiap waktu. Jika sedikit kecerobohan tentu secara tidak langsung berperan memicu kanker tumbuh.

  • Waspada hal lain yang mengikuti sumber kanker menyebar :
    Tidur dengan televisi menyala termasuk ide yang dilarang, studi ilmiah tahun 2010 lalu mengungkapkan jika menjumpai cahaya buatan maka berkaitan erat kanker payudara dan kanker prostat. Peristiwa itu lantaran cahaya buatan mengacak-acak hormon melatonin (pembuat tidur)
  • Tidur saling berdekatan kepala dan ponsel berarti risiko kanker otak besar bukan tanpa alasan, ponsel mengeluarkan frekuensi radio pas menerima sinyal dan mengirim. Tujuan ponsel dijauhkan membantu kurangi reduksi paparan.
  • Kerja shift malam hari, pembagian waktu kerja kantor suka maupun tidak memaksa tubuh harus beradaptasi lingkungan apalagi shift malam berisiko kanker payudara. Pasalnya tekanan melatonin menjadi penghubung kerja malam dan kanker sangat kuat Vitamin D
  • Konsumsi pemanis seperti teh, kopi, soda meningkatkan kanker endometrium karena gula darah dan insulin melonjak tajam
  • Jarang bergerak menggiringnya memiliki peradangan, kala kronis merangsang kanker. Penting menyempatkan berolahraga selama 30 menit sehari mulai peregangan, berjalan kaki, mengangkat beban.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan Chat Di Sini!